Lombok – Mempertaruhkan Nyawa Demi Air Bersih

Kisah pilu datang dari bagian timur pulau Lombok, terdapat sebuah dusun kecil  yang memiliki Kurang Lebih 30 kepala keluarga, bertempat di Dusun Ketangga, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Sabtu pagi 17/09/2016, Sekilas tampak masyarakat dusun ini melakukan aktivitas pada umumnya seperti  berkebun, berternak yang dilakukan oleh kepala keluarga dan kegiatan masak memasak yang dilakukan oleh istri  dan anak-anak yang bergegas menuntut ilmu di sekolah yang cukup jauh jaraknya. Dusun ini juga belum sama sekali tersentuh dengan aliran listrik, normalnya listrik merupakan kebutuhan sehari-hari untuk masyarakat.

Pada siang itu Pak Sumi (64 Tahun) salah satu warga dusun ketangga beserta rekannya bergegas berjalan serta mimikul 2 buah ember untuk berjalan menuju arah tebing laut lepas pantai selatan beberapa kilometer guna mencari air bersih untuk kebutuhan air minum, mandi, masak,  mencuci dan wudhu.

 

Perjalanan pak sumi dan rekan beliau tidak begitu mulus menuju pusat air yang berada di tebing tersebut, beberapa kilometer berupa jalan landai dan selanjutnya menanjak ketempat tersebut. Setibanya di lokasi, nampak sebuah tangga yang terbuat dari tali berpijakan kayu yang bergelantungaan kebawah tebing sekitar 20 Meter lebih, dibawah tebing nampak sebuah wadah bebentuk sumur yang dibuat menggunakan semen dan batu-bata untuk menampung air yang menetes dari tebing. Semua itu dibuat oleh pak sumi dan rekannya guna mengambil air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak beberapa lama pak sumi pun turun perlahan-lahan menginjak tangga tali dan kayu menuju arah bawah tebing, tidak ada pengaman satupun yang digunakan pada tubuh pak sumi, angin kencang terasa dibawah tebing serta tanah tebing yang lembab sewaktu-waktu bisa membuat pak sumi terjatuh. Setibanya dibawah, pak sumi pun harus memastikan didalam wadah tersebut tidak ada tercapur air laut, kalo pun ada pak sumi terpaksa menguras wadah tersebut menggukan ember agar air tidak terasa asin. Pada tanggal 15-18 setiap bulannya ombak besar sering menghantam tempat tersebut, karna itu terkadang pak sumi harus bersusah payah menguras air yang masuk. Pak Sumi akan merasakan beruntung jika pada saat Pak Sumi berada dibawah tidak mendapatkan adanya air laut yang tercampur di wadah tersebut, sehingga pak sumi tidak perlu menunggu lama lagi agar ember dan tong air terisi penuh.

Setelah memastikan, rekan pak sumi menurunkan ember menggunakan kerekan timba yang dibuat secara bersama-sama. Pak sumi yang telah berada dibawah memasukkan air ke ember, lalu rekan pak sumi menarik dari atas tebing.  Setelah ember telah terisi penuh, pak sumi perlahan kembali menuju atas tebing. Kemudian di lanjutkan memikul ember menggunakan kayu dengan beban keseluruhan 50 kilogram, selain menahan beban yang berat pak sumi dan rekannya harus berjalan menuju dusunnya yang jauh tanpa menggunakan alas kaki dengan kondisi jalan menanjak dan panasnya terik matahari membakar kulit, dalam perjalanan menuju dusun pak sumi sering beristirahat untuk mengumpulakan tenaga dan melanjutkan kembali memikul air menuju dusunya.

Kegiatan tersebut sudah digelutin pak sumi selama 15 tahun dan setiap harinya mengambil air dan menuruni tebing 3 sampai 4 kali. Jika musim kemarau panjang datang pak sumi bisa melakukan hal tersebut puluhan kali untuk kebutuhan minum ternak.

 

Hasil wawancara Team Lombok 1000 Share Kepada Bapak Sumi

Apakah pernah mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah ?

 “Saya sering mendengar pemerintah membagikan air bersih , namun air bersih tersebut tidak pernah sampai di dusun kami, bahkan “setetespun” saya tidak pernah meminum airnya, bantuan justru kerap kali diberikan oleh warga asing yang pernah berkunjung”.

Sekiranya pak sumi diberi bantuan, apa yang ingin bapak minta ?

Pak sumi dengan polos menjawab “ jika air bersih kami tidak dapat, setidaknya diberikan bantuan semen dan besi, untuk meninggikan bangunan yang berada di tebing tersebut agar lebih banyak menampung air “ ujarnya.

 

 Fakta Unik, Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dusun Ketangga ?

Tahukah Anda ! Air yang di tampung oleh warga bukan bersumber dari mata air yang memiliki debit air besar, warga sekitar harus menunggu hingga 15 menit air penuh dengan ukuran ember cat 25 kilogram penuh.

Tahukah Anda ! setelah kami mencicipi rasa dan meminumnya, air yang berasal dari bawah tebing terasa hampir mirip seperti air Zamzam yang pernah kami rasakan sebelumnya, Apakah kandungan mineral atau faktor lain pada air tersebut yang membuat rasa hampir mirip seperti air Zamzam, kami belum menyelidiki lebih jauh kandungan air tersebut.

Tahukah Anda ! menuju ke Dusun Ketangga, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, searah menuju Lokasi Wisata Pantai Pink Lombok jalur darat, Jadi buat anda yang akan berlibur ke pantai pink kami menyarankan anda untuk Mendonasikan / Menyumbangakn sebagian harta untuk dusun Ketangga.

About Author

client-photo-1
Lombok Secrets Tour
LOMBOK SECRETS TOUR menawarkan berbgai paket tour, travel dan wisata ke lombok, sewa mobil di lombok murah dan Opentrip lombok. Paket wisata yang kami tawarkan adalah paket wisata lombok sudah termasuk hotel, makan siang dan malam, guide dan transport. Selain itu Lombok Secrets Tour juga menawarkan paket tour lombok tanpa hotel dan paket tour sewa mobil di lombok saja beserta sopir dan bbm.

Comments

Leave a Reply